Sponsorlu

Waktu Sholat Dzuhur - Sholat Tengah Hari dan Jumat

Konum belirleniyor...

Dzuhur
Kalan Süre
--:--
--:--:--
Öğle Öğle
--:--
İkindi İkindi
--:--
Son Vakit
--:--
Tüm Namaz Vakitlerini Gör

Jadwal Dzuhur di Kota Besar

Apa itu Azan Dzuhur?

Azan Dzuhur adalah seruan yang mengumumkan masuknya waktu sholat kedua dalam sehari menurut ajaran Islam, dikumandangkan bersamaan dengan mulai condongnya matahari dari titik tertingginya di langit (zawal) ke arah barat. Sebagai azan kedua dari lima azan harian, azan Dzuhur adalah suara suci yang memanggil kaum Muslimin untuk beribadah di tengah hari. Waktu Dzuhur menandakan saat ketika matahari telah melewati garis meridian dan bayang-bayang mulai memanjang kembali; peristiwa astronomi inilah yang dalam sejarah Islam menjadi dasar utama penentuan waktu sholat.

Sholat Dzuhur adalah salah satu manifestasi paling nyata dari sholat — salah satu rukun Islam — dalam kehidupan sehari-hari. Dikumandangkan di tengah hari saat aktivitas sedang padat, azan Dzuhur mengingatkan kaum Muslimin untuk sejenak meninggalkan urusan dunia dan menghadap Tuhan mereka. Dari sisi ini, azan Dzuhur bukan sekadar seruan masuknya waktu, tetapi juga simbol menjaga keseimbangan rohani di tengah kesibukan duniawi. Nabi SAW bersabda: "Sholat lima waktu itu ibarat sungai yang mengalir di depan pintu salah seorang dari kalian; apakah masih ada kotoran pada orang yang mandi di sungai itu lima kali sehari?" (HR. Bukhari, Mawaqit Ash-Shalat, 6), menegaskan efek pembersih dari sholat.

Secara historis, azan Dzuhur memainkan peran penting dalam pengaturan kehidupan sehari-hari pada peradaban Islam. Di kota-kota Utsmaniyah, dengan azan Dzuhur pasar berhenti sebentar, pedagang dan pengrajin menuju masjid, dan kantor pemerintahan mengambil rehat siang. Hari ini pun di banyak negara Muslim, azan Dzuhur dipandang sebagai jeda alami kehidupan kerja. Konsep istiwa', yaitu saat matahari tepat di atas kepala, adalah fenomena astronomi mendasar yang menentukan waktu azan Dzuhur. Beberapa menit setelah waktu ini, matahari condong ke barat dan waktu sholat Dzuhur masuk.

Kedudukan azan Dzuhur dalam masyarakat Muslim menjadi lebih menonjol pada hari Jumat. Azan Dzuhur yang dikumandangkan pada hari Jumat sekaligus menandakan waktu sholat Jumat. Sholat Jumat adalah sholat yang menggantikan sholat Dzuhur dan wajib dilaksanakan berjamaah. Karena itu, pada hari Jumat azan Dzuhur menjadi seruan khusus yang menjadi sebab berkumpulnya jamaah besar mingguan. Khutbah Jumat di masjid yang dilanjutkan dengan sholat Jumat telah berlangsung berabad-abad sebagai salah satu simbol terkuat persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat Muslim.

Pukul Berapa Azan Dzuhur Dikumandangkan?

"Pukul berapa azan Dzuhur hari ini?" adalah salah satu pertanyaan keagamaan yang paling sering diajukan di Turki. Waktu azan Dzuhur bergantung pada waktu transit matahari melewati meridian, sehingga berubah sesuai musim dan letak geografis kota. Akan tetapi, dibandingkan dengan azan Subuh dan Maghrib, variasi musiman pada waktu azan Dzuhur jauh lebih kecil. Di seluruh Turki, azan Dzuhur umumnya berkumandang antara pukul 12.00 dan 13.15.

Di Istanbul, azan Dzuhur pada musim panas berkumandang sekitar pukul 13.10–13.15, sedangkan pada musim dingin sekitar pukul 12.10–12.15. Di Ankara, waktu Dzuhur sekitar 10–12 menit lebih awal daripada Istanbul karena Ankara terletak lebih ke timur. Di Hakkari (kota paling timur Turki) azan Dzuhur berkumandang sekitar 40 menit lebih awal daripada Istanbul, sementara di Edirne (paling barat) sekitar 15 menit lebih lambat. Perbedaan ini disebabkan oleh selisih derajat bujur.

Faktor lain yang memengaruhi waktu azan Dzuhur adalah periode tahun. Sekitar titik balik musim panas, matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih lambat, sehingga waktu zawal bergeser ke jam yang lebih lambat. Pada titik balik musim dingin berlaku sebaliknya. Karena penerapan daylight saving permanen (UTC+3) di Turki sejak 2016, meskipun pada musim dingin jam Dzuhur tampak lebih awal di kadar jam, secara astronomis waktu tetap dihitung dengan cara yang sama. Karena itu, mengikuti waktu resmi yang dirilis Diyanet adalah pendekatan yang paling tepat.

Diyanet menghitung dan mengumumkan waktu azan Dzuhur untuk seluruh provinsi dan distrik di Turki berdasarkan perhitungan astronomi. Waktu Dzuhur ditetapkan beberapa menit setelah transit matahari melalui meridian, karena sholat tepat pada momen zawal hukumnya makruh. Anda dapat memantau waktu azan Dzuhur terkini melalui EzanVaktim.com atau aplikasi mobile resmi Diyanet. Indikator jam dinamis di bagian atas halaman secara otomatis menampilkan waktu azan Dzuhur terkini berdasarkan lokasi Anda.

Kapan Waktu Sholat Dzuhur Dimulai?

Waktu sholat Dzuhur masuk ketika matahari mulai condong ke arah barat dari titik zawal (meridian). Secara astronomis ini adalah momen ketika matahari melewati posisi tertingginya di langit dan mulai menurun. Dalam sumber-sumber fikih, hal ini didefinisikan sebagai "saat bayangan suatu benda mulai memanjang kembali setelah mencapai keadaan terpendeknya". Di balik definisi yang tampak sederhana ini terdapat kedalaman astronomi dan fikih yang telah dikaji ulama Islam secara cermat selama berabad-abad.

Memahami konsep waktu zawal dengan benar sangatlah penting untuk penentuan waktu sholat Dzuhur. Zawal adalah saat matahari berada tepat di atas kepala (titik istiwa'). Pada saat ini, bayangan suatu benda berada pada panjang minimumnya. Ketika matahari mulai condong dari zawal, bayang-bayang perlahan memanjang dan pada saat itulah waktu sholat Dzuhur masuk. Namun ada hal penting di sini: momen zawal yang tepat, yaitu saat matahari berada di meridian, adalah waktu karahah. Selama periode ini hukumnya makruh untuk sholat. Dalam fikih Islam, karahah ini dimaksudkan untuk menghindari waktu ibadah masyarakat penyembah matahari. Karahah zawal berlangsung sekitar 5–10 menit dan berakhir ketika matahari mulai condong.

Waktu sholat Dzuhur mulai dari zawal matahari dan berlangsung hingga waktu sholat Ashar masuk. Mengenai awal waktu Ashar terdapat perbedaan antar mazhab. Menurut mazhab Hanafi, ketika panjang bayangan suatu benda mencapai dua kali panjangnya (selain bayangan saat zawal), waktu Ashar masuk dan waktu Dzuhur berakhir. Menurut mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hambali, waktu Ashar masuk ketika panjang bayangan sama dengan satu kali panjang benda. Perbedaan ini dapat memengaruhi akhir waktu Dzuhur, terutama pada musim panas. Menurut perhitungan mazhab Hanafi, durasi sholat Dzuhur lebih panjang; menurut mazhab lain lebih pendek.

"

Dirikanlah sholat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam, dan (dirikanlah pula) sholat Subuh. Sungguh, sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

— Surah Al-Isra, ayat 78

Dalam astronomi modern, waktu transit matahari melewati meridian dapat dihitung dengan presisi sangat tinggi. Dengan ini, waktu sholat Dzuhur dapat ditentukan menit demi menit. Namun pada zaman dahulu, ulama dan astronom Islam menentukan waktu ini dengan metode pengukuran bayangan sederhana. Mereka menunggu saat bayangan tongkat yang ditancapkan di tanah (gnomon) mencapai panjang terpendek, lalu memahami bahwa waktu Dzuhur masuk ketika bayangan mulai memanjang. Metode ini hingga kini pun masih bisa digunakan sebagai teknik sederhana namun efektif untuk memeriksa keakuratan perhitungan astronomi.

Dalam sebuah hadis terkenal tentang masuknya waktu sholat Dzuhur, Nabi SAW bersabda: "Jibril mengimamiku selama dua hari di samping Ka'bah. Beliau mengerjakan sholat Dzuhur ketika matahari telah condong dan bayangan sepanjang tali sandal." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi). Hadis ini menjelaskan dengan tegas bahwa waktu sholat Dzuhur dimulai segera setelah zawal. Diyanet juga menetapkan waktu Dzuhur berdasarkan hadis ini dan perhitungan astronomi.

Berapa Rakaat Sholat Dzuhur?

Sholat Dzuhur seluruhnya dikerjakan sebanyak 10 rakaat: 4 rakaat sunnah qabliyah, 4 rakaat fardhu, dan 2 rakaat sunnah ba'diyah. Tidak ada perbedaan pendapat di antara empat mazhab besar (Hanafi, Syafi'i, Maliki, Hambali) mengenai jumlah rakaat fardhu. Sholat Dzuhur termasuk salah satu sholat dengan jumlah rakaat terbanyak di antara lima sholat wajib, dan memiliki kedudukan istimewa karena dikerjakan di tengah hari.

Sunnah qabliyah Dzuhur: 4 rakaat, tergolong sunnah muakkadah. Nabi SAW mengerjakan sunnah qabliyah Dzuhur dengan sangat tekun dan menganjurkannya kepada umat. Dalam sebuah hadis disebutkan: "Barangsiapa rutin mengerjakan empat rakaat sebelum fardhu Dzuhur, Allah haramkan baginya api neraka" (HR. Tirmidzi, Abu Dawud). Sunnah qabliyah ini dikerjakan dengan satu kali duduk setiap dua rakaat (duduk tasyahud awal); yaitu setelah rakaat pertama dan kedua duduk dan membaca Attahiyyat, lalu berdiri lagi mengerjakan rakaat ketiga dan keempat dan diakhiri salam.

Fardhu sholat Dzuhur: 4 rakaat, wajib atas setiap Muslim yang berakal dan baligh. Pada fardhu Dzuhur, imam membaca dengan sirr (pelan); yaitu bacaan dilirihkan. Hal ini berbeda dari sholat Subuh, Maghrib, dan Isya yang bacaannya dilakukan dengan jahr (keras). Nabi SAW mendorong sholat Dzuhur berjamaah dan menerangkan keutamaan datang berjamaah pada waktu Dzuhur.

Sholat Jenis Rakaat Keterangan
Sunnah Qabliyah Sunnah 4 Sunnah muakkadah — duduk setiap dua rakaat
Fardhu Dzuhur Fardhu 4 Fardhu 'ain — bacaan sirr (pelan)
Sunnah Ba'diyah Sunnah 2 Sunnah muakkadah — 2 rakaat biasa

Sunnah ba'diyah Dzuhur: 2 rakaat, dikerjakan setelah fardhu. Termasuk pula sunnah muakkadah. Nabi SAW mengerjakan 2 rakaat sunnah setelah fardhu Dzuhur. Beberapa riwayat menyebutkan dikerjakan 4 rakaat setelah fardhu; namun dalam mazhab Hanafi praktik umum adalah 2 rakaat sunnah ba'diyah. Dengan total 10 rakaat, sholat Dzuhur menempati posisi penting dalam ibadah harian. Pada hari Jumat, sholat Dzuhur diganti dengan sholat Jumat; susunan rakaat sholat Jumat berbeda dan akan dibahas tersendiri.

Bagaimana Tata Cara Sholat Dzuhur?

Sholat Dzuhur dikerjakan berturut-turut: pertama 4 rakaat sunnah qabliyah, kemudian 4 rakaat fardhu, dan terakhir 2 rakaat sunnah ba'diyah. Berikut langkah-langkah setiap bagian secara rinci. Sebelum memulai sholat, syarat-syarat yaitu berwudhu, menutup aurat, menghadap kiblat, dan berada dalam waktu sholat harus terpenuhi.

Sunnah Qabliyah Dzuhur (4 Rakaat)

1

Niat dan Takbiratul Ihram

Niatkan dalam hati: "Saya niat sholat sunnah qabliyah Dzuhur." Angkat kedua tangan setinggi telinga (perempuan setinggi bahu) sambil mengucapkan "Allahu Akbar" untuk memulai sholat.

2

Qiyam (Berdiri Membaca) — Rakaat 1 dan 2

Letakkan tangan di bawah pusar (Hanafi) atau di atas dada (Syafi'i). Baca berurutan: doa iftitah (Subhanaka), ta'awudz dan basmalah, Surah Al-Fatihah, dan satu surah tambahan. Lakukan rukuk dan sujud. Pada akhir rakaat kedua duduk dan baca Attahiyyat (tasyahud awal).

3

Rakaat 3 dan 4

Berdiri sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Baca basmalah, Al-Fatihah, dan satu surah tambahan (pada sholat sunnah dibaca surah tambahan di setiap rakaat). Lakukan rukuk dan sujud. Pada akhir rakaat keempat, duduk tasyahud akhir, baca Attahiyyat, shalawat (Allahumma shalli), Allahumma barik, dan doa Rabbana atina. Salam ke kanan dan ke kiri.

Fardhu Sholat Dzuhur (4 Rakaat)

Setelah sunnah qabliyah, dikumandangkan iqamat lalu dikerjakan fardhu Dzuhur. Jika berjamaah, ikuti imam; jika sholat sendiri, tata caranya sebagai berikut:

1

Niat dan Takbiratul Ihram

Niatkan: "Saya niat sholat fardhu Dzuhur." Jika berjamaah, ditambahkan "mengikuti imam." Mulai sholat dengan mengucapkan "Allahu Akbar".

2

Rakaat 1 dan 2

Baca Subhanaka, ta'awudz dan basmalah, Al-Fatihah, dan satu surah tambahan. Pada sholat Dzuhur bacaan dilakukan dengan sirr (pelan). Lakukan rukuk dan sujud. Pada akhir rakaat kedua duduk dan baca Attahiyyat (tasyahud awal).

3

Rakaat 3 dan 4

Berdiri, baca hanya basmalah dan Al-Fatihah (pada rakaat ketiga dan keempat sholat fardhu tidak dibaca surah tambahan). Lakukan rukuk dan sujud. Pada akhir rakaat keempat, duduk tasyahud akhir, bacakan seluruh doa lalu salam.

Sunnah Ba'diyah Dzuhur (2 Rakaat)

Setelah fardhu, dikerjakan 2 rakaat sunnah ba'diyah. Tata caranya sama seperti sunnah Subuh: niat, kerjakan 2 rakaat, lalu salam. Pada sunnah ba'diyah dibaca Al-Fatihah dan satu surah tambahan pada setiap rakaat.

Keutamaan sholat Dzuhur berjamaah sangat besar. Sholat berjamaah 27 kali lipat lebih utama daripada sholat sendirian. Namun karena sholat Dzuhur jatuh pada jam kerja dan sekolah, banyak Muslim mungkin terpaksa mengerjakannya sendirian. Hal ini tidak memengaruhi keabsahan sholat; namun selama memungkinkan, mengikuti jamaah adalah sumber pahala besar.

Khusyuk (hadirnya hati) sangat penting dalam sholat Dzuhur. Sholat yang dikerjakan di tengah hari yang sibuk, di tengah stres pekerjaan, adalah peluang istimewa untuk menenangkan jiwa dan menyegarkan pikiran. Berusaha mengosongkan pikiran dari urusan duniawi saat berwudhu, dan mengerjakan sholat dengan tenang tanpa tergesa-gesa, akan meningkatkan pengaruh rohani sholat Dzuhur. Nabi SAW bersabda: "Jadikanlah sholat sebagai penyejuk mata kalian", menegaskan sisi menenangkan dari sholat.

Hubungan Sholat Jumat dan Sholat Dzuhur

Sholat Jumat adalah ibadah fardhu yang menggantikan sholat Dzuhur dalam Islam dan dipandang sebagai salah satu sholat terpenting dalam pekan. Pada hari Jumat saat waktu Dzuhur masuk, mereka yang berkewajiban sholat Jumat mengerjakan sholat Jumat sebagai pengganti sholat Dzuhur. Dalam Al-Qur'an difirmankan: "Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah kalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui." (Surah Al-Jumu'ah, ayat 9).

Sholat Jumat wajib atas Muslim laki-laki yang dewasa, merdeka, mukim (bukan musafir), dan sehat. Perempuan, musafir (yang sedang dalam perjalanan), orang sakit, mereka yang tidak dapat datang ke masjid karena buta atau cacat fisik, dan anak-anak tidak diwajibkan sholat Jumat; mereka mengerjakan sholat Dzuhur. Menurut mazhab Hanafi, sholat Jumat menjadi wajib jika di tempat itu ada imam yang membaca khutbah dan jumlah jamaah yang mencukupi.

Susunan rakaat sholat Jumat berbeda dari sholat Dzuhur. Sholat Jumat dikerjakan sebagai berikut: pertama 4 rakaat sunnah qabliyah (seperti sunnah qabliyah Dzuhur). Lalu imam naik mimbar untuk khutbah; khutbah adalah salah satu syarat sholat Jumat dan terdiri dari dua bagian. Setelah khutbah dikerjakan 2 rakaat fardhu (pengganti 4 rakaat fardhu Dzuhur). Terakhir 4 rakaat sunnah ba'diyah. Sebagian ulama menyebut sunnah ba'diyah Jumat 4 rakaat, sebagian lain menganjurkan 4+2 sehingga totalnya 6 rakaat sunnah ba'diyah.

Perbedaan paling mendasar antara sholat Jumat dan Dzuhur adalah keharusan sholat Jumat dikerjakan berjamaah. Sholat Dzuhur boleh dikerjakan sendirian, sedangkan sholat Jumat tidak boleh dikerjakan sendirian. Di samping itu, sholat Jumat mensyaratkan adanya khutbah; sholat Jumat tanpa khutbah tidak sah. Dalam khutbah, imam menyampaikan nasihat kepada jamaah, membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, dan berdoa. Khutbah ini memiliki nilai besar dalam masyarakat Muslim sebagai sarana pembinaan dan informasi mingguan.

"

Barangsiapa berwudhu dengan sempurna pada hari Jumat, lalu datang ke masjid, mendengarkan khutbah dengan diam, lalu mengerjakan sholatnya, niscaya diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dengan Jumat berikutnya ditambah tiga hari lagi.

— Nabi Muhammad SAW (HR. Muslim, Jumu'ah, 27)

Banyak hadis mulia tentang keutamaan hari Jumat. Nabi SAW bersabda: "Sebaik-baik hari adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya" (HR. Muslim). Kaum Muslimin yang berkumpul di masjid-masjid pada waktu Dzuhur di hari Jumat tidak hanya menunaikan ibadah tetapi juga memperkuat persatuan dan solidaritas sosial. Karena itu, sholat Jumat adalah contoh paling hidup dari dimensi sosial Islam.

Keutamaan dan Pentingnya Sholat Dzuhur

"

Barangsiapa rutin mengerjakan empat rakaat sebelum fardhu Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka.

— Nabi Muhammad SAW (HR. Tirmidzi, Abu Dawud)

Hadis mulia ini menunjukkan dengan jelas betapa besar pahala yang diberikan bagi mereka yang rutin mengerjakan sunnah-sunnah sholat Dzuhur. Janji haramnya api neraka adalah salah satu kabar gembira terbesar dalam Islam, dan kabar ini diberikan kepada mereka yang konsisten mengerjakan sunnah-sunnah sholat Dzuhur. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW tidak pernah meninggalkan sunnah qabliyah Dzuhur.

Dikerjakannya sholat Dzuhur di tengah hari memiliki makna rohani tersendiri. Menghentikan segala sesuatu pada jam-jam paling sibuk dengan urusan duniawi untuk berdiri di hadapan Allah adalah ekspresi penghambaan yang paling indah. Sholat Dzuhur yang dilakukan di tengah pekerjaan, perdagangan, pendidikan, dan kehidupan sosial membantu seorang Muslim menjaga keseimbangan dalam hidup sehari-hari. Dalam Al-Qur'an difirmankan: "(Mereka adalah) orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat." (Surah An-Nur, ayat 37), menegaskan pentingnya tidak meninggalkan sholat di tengah kesibukan duniawi.

Sholat Dzuhur sekaligus merupakan titik balik penting yang membagi hari menjadi dua. Waktu antara Subuh dan Dzuhur membentuk paruh pertama hari; waktu antara Dzuhur dan Maghrib membentuk paruh kedua. Sholat Dzuhur berfungsi sebagai jembatan antara dua paruh ini, membantu seorang Muslim menyusun harinya pada poros ibadah. Nabi SAW menyebutkan bahwa pada waktu Dzuhur pintu-pintu surga dibuka.

Dari sisi sosial, sholat Dzuhur juga memiliki tempat tersendiri. Khususnya mushola di tempat kerja dan pusat perbelanjaan, paling padat pada waktu Dzuhur. Orang-orang dari berbagai profesi dan kelas sosial yang berdiri bahu-membahu dalam satu shaf merasakan prinsip kesetaraan dan persaudaraan Islam dalam praktik. Pada peradaban Utsmaniyah, setelah sholat Dzuhur diadakan halaqah ilmu di masjid, ceramah, dan pembahasan urusan sosial. Hari ini, melanjutkan tradisi tersebut akan memberi sumbangan bagi penguatan komunitas Muslim.

Berapa Jam Selisih Azan Dzuhur dan Azan Ashar?

Selisih antara azan Dzuhur dan azan Ashar berubah-ubah sesuai musim dan lokasi. Selisih ini sangat penting karena menentukan jendela waktu yang tersedia untuk mengerjakan sholat Dzuhur. Di seluruh Turki, selisih ini berkisar antara sekitar 3 jam 30 menit hingga 5 jam.

Bulan Istanbul (jam) Ankara (jam) Antalya (jam)
Januari~3.30~3.25~3.35
Februari~3.40~3.35~3.40
Maret~3.55~3.50~3.50
April~4.15~4.10~4.05
Mei~4.35~4.30~4.20
Juni~4.50~4.45~4.30
Juli~4.45~4.40~4.25
Agustus~4.25~4.20~4.15
September~4.00~3.55~3.55
Oktober~3.45~3.40~3.45
November~3.30~3.25~3.35
Desember~3.25~3.20~3.30

Sebagaimana tampak pada tabel di atas, selisih antara Dzuhur dan Ashar pada musim panas memanjang (sekitar 4,5–5 jam) dan pada musim dingin memendek (sekitar 3–3,5 jam). Hal ini disebabkan oleh perjalanan matahari di langit yang lebih panjang pada musim panas. Memanjangnya siang pada titik balik musim panas secara tidak langsung memperpanjang pula selisih antara Dzuhur dan Ashar.

Implikasi praktis dari selisih ini adalah: tersedia jendela waktu yang lebih luas untuk mengerjakan sholat Dzuhur pada musim panas. Namun mengerjakan sholat di awal waktunya selalu lebih utama. Nabi SAW bersabda: "Amal yang paling utama adalah sholat tepat pada waktunya" (HR. Bukhari, Mawaqit Ash-Shalat, 5). Karena itu, mengerjakan sholat segera setelah mendengar azan Dzuhur, atau dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, adalah perilaku yang paling diterima.

Pemendekan selisih Dzuhur-Ashar pada musim dingin merupakan situasi yang perlu diperhatikan, khususnya bagi Muslim yang bekerja. Pada hari-hari pendek musim dingin, menunda sholat Dzuhur bisa menyebabkan masuknya waktu Ashar dan terlewatnya sholat Dzuhur. Karena itu, pada musim dingin dianjurkan untuk mengerjakan sholat Dzuhur lebih awal.

Kapan Batas Akhir Waktu Sholat Dzuhur?

Batas akhir sholat Dzuhur adalah masuknya waktu sholat Ashar. Awal waktu Ashar berbeda menurut mazhab. Menurut mazhab Hanafi, waktu Ashar masuk ketika panjang bayangan suatu benda (selain bayangan saat zawal) mencapai dua kali panjang benda itu. Menurut mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hambali, waktu Ashar masuk ketika panjang bayangan satu kali panjang benda, dan waktu Dzuhur berakhir.

Konsekuensi praktis dari perbedaan mazhab ini adalah: menurut mazhab Hanafi tersedia waktu yang lebih panjang untuk sholat Dzuhur. Misalnya pada musim panas di Istanbul, menurut perhitungan Hanafi waktu Ashar masuk sekitar pukul 17.00, sedangkan menurut perhitungan Syafi'i sekitar pukul 16.00. Selisih ini penting terutama bagi yang menunda sholat hingga akhir waktunya. Diyanet di Turki memakai perhitungan mazhab Hanafi.

Dengan masuknya waktu Ashar, waktu sholat Dzuhur telah benar-benar habis. Setelah ini, siapa pun yang ingin mengerjakan sholat Dzuhur harus berniat qadha. Pada sholat qadha hanya 4 rakaat fardhu yang dikerjakan; sunnah-sunnah tidak diqadha. Nabi SAW sangat menekankan sholat tepat pada waktunya dan bersabda: "Sholat tepat pada waktunya adalah amal yang paling utama." Karena itu mengerjakan sholat Dzuhur di awal waktu adalah yang paling tepat.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlewat Sholat Dzuhur?

Mereka yang terlewat sholat Dzuhur karena urusan kerja, sekolah, tertidur, atau halangan lain hendaknya segera mengerjakan sholat qadha begitu teringat atau memiliki kesempatan. Nabi SAW memberikan pernyataan yang jelas: "Barangsiapa lupa atau tertidur dari sholat, hendaknya ia mengerjakannya ketika ia ingat. Tidak ada kafarat baginya selain itu." (HR. Bukhari, Mawaqit Ash-Shalat, 37; Muslim, Masajid, 314).

Tata cara sholat qadha adalah sebagai berikut: Hanya 4 rakaat fardhu Dzuhur yang diqadha; sunnah qabliyah dan ba'diyah tidak diqadha. Niatkan: "Saya niat mengerjakan fardhu sholat Dzuhur terakhir yang tidak saya kerjakan pada waktunya." Pelaksanaannya sama persis seperti saat dikerjakan dalam waktunya; tidak ada perbedaan. Bacaan tetap dilakukan dengan sirr (pelan).

Karena sholat Dzuhur adalah sholat lima waktu yang paling sering berbenturan dengan jam kerja dan sekolah, ia juga termasuk yang paling sering terlewat. Pada situasi tidak menemukan tempat sholat di tempat kerja, atau bentrok dengan jam rapat atau jam pelajaran, sholat Dzuhur bisa terlewat. Namun keadaan ini bukan alasan untuk meninggalkan sholat. Qadha harus segera dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin.

Rutin melewatkan sholat Dzuhur dan menjadikannya kebiasaan adalah kelalaian agama yang serius. Seorang Muslim wajib mengambil langkah yang diperlukan agar dapat menunaikan sholat. Mencari mushola di tempat kerja, memanfaatkan jam istirahat siang untuk sholat, memasang alarm, dan mengelola waktu adalah sebagian dari langkah-langkah ini. Umar radhiyallahu 'anhu berkata: "Jagalah sholat-sholat kalian; karena yang meninggalkan sholat akan lebih mudah meninggalkan hukum-hukum agama lainnya."

Bagi yang memiliki tumpukan sholat qadha, para ulama menganjurkan untuk mengqadha satu atau beberapa sholat setiap hari di samping sholat harian guna mencicil hutangnya. Misalnya mengerjakan satu sholat qadha Dzuhur setelah setiap sholat Dzuhur akan mengurangi hutang seiring waktu. Yang penting adalah keikhlasan niat dan rutinitas dalam menunaikan qadha. Mengerjakan sholat qadha juga menjadi taubat dan penebusan atas dosa-dosa masa lalu.

Sholat Dzuhur di Tempat Kerja dan Sekolah

Karena sholat Dzuhur jatuh pada jam kerja dan jam belajar, banyak Muslim harus mengerjakannya di tempat kerja atau sekolah. Meskipun ini menimbulkan beberapa kesulitan praktis, dengan perencanaan dan tekad yang baik, masalah ini dapat diatasi. Di Turki, banyak tempat kerja dan lembaga pendidikan memiliki mushola atau ruang sholat; menyelidikinya adalah langkah pertama.

1. Cari Mushola dan Ruang Sholat

Cari tahu apakah di tempat kerja atau sekolah Anda terdapat mushola. Banyak pusat perbelanjaan, rumah sakit, universitas, dan gedung bisnis besar yang memiliki mushola. Cari juga masjid terdekat untuk menentukan tempat yang paling cocok untuk sholat Dzuhur.

2. Manfaatkan Jam Istirahat Siang

Rencanakan jam istirahat makan siang untuk sholat. Sholat dulu, baru makan. Sholat Dzuhur (beserta sunnah-sunnahnya) memakan waktu sekitar 15–20 menit; durasi ini dapat dengan mudah ditempatkan dalam jam istirahat siang yang standar.

3. Pastikan Fasilitas Wudhu

Cari tempat wudhu di tempat kerja atau sekolah. Wastafel dan toilet dapat dipakai untuk wudhu. Untuk menghindari batal wudhu, Anda juga dapat memanfaatkan rukhshah mengusap atas khuf (sepatu khusus).

4. Sajadah dan Arah Kiblat

Bawalah sajadah kecil atau kain bersih. Untuk menentukan arah kiblat, Anda dapat memanfaatkan aplikasi smartphone. Di kantor, ruang rapat kosong atau sudut yang tenang cukup untuk mengerjakan sholat.

5. Kelola Waktu

Pantau waktu azan Dzuhur dan kerjakan sholat secepat mungkin. Memasang alarm ponsel pada waktu azan Dzuhur adalah cara efektif agar tidak lupa. EzanVaktim.com atau aplikasi serupa akan membantu Anda dalam hal ini.

6. Kenali Hak Anda

Di Turki, kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak konstitusional. Hak Anda untuk mengerjakan sholat di tempat kerja dilindungi undang-undang. Anda dapat menyampaikan kepada atasan dengan sopan dan tegas untuk meminta fasilitas sholat.

Mengerjakan sholat Dzuhur di tempat kerja atau sekolah mungkin terlihat menantang pada awalnya, namun seiring waktu akan menjadi kebiasaan yang alami. Yang penting adalah tekad dan konsistensi. Nabi SAW bersabda: "Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan terus-menerus, meskipun sedikit" (HR. Bukhari). Memulai dengan langkah kecil dan rutin, seiring waktu akan memperkuat ibadah Anda sekaligus menjadi contoh positif bagi orang di sekitar Anda.

Lafaz Azan Dzuhur dan Bacaannya

Azan Dzuhur dikumandangkan sesuai dengan bentuk umum azan lima waktu. Berbeda dari azan Subuh, lafaz "Ash-shalatu khairun minan naum" tidak terdapat pada azan Dzuhur. Berikut teks lengkap azan Dzuhur, transliterasinya, dan artinya dalam bahasa Indonesia.

Lafaz Azan Dzuhur

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar (4 kali) — Allah Maha Besar

اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ

Asyhadu an la ilaha illallah (2 kali) — Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah (2 kali) — Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ

Hayya 'alash shalah (2 kali) — Mari menunaikan sholat

حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

Hayya 'alal falah (2 kali) — Mari meraih kemenangan

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar — Allah Maha Besar

لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ

La ilaha illallah — Tiada Tuhan selain Allah

Doa Setelah Azan

Nabi SAW bersabda: "Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muazin. Kemudian bersholawatlah kepadaku... Lalu mintalah kepada Allah wasilah untukku" (HR. Muslim, Shalat, 11). Berdasarkan ini, ketika azan berkumandang hendaknya mengulangi setiap kalimat muazin, sedangkan pada kalimat "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" diucapkan "La hawla wa la quwwata illa billah" (Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah).

Doa Setelah Azan

اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ اٰتِ مُحَمَّدًا الْوَسٖيلَةَ وَالْفَضٖيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذٖى وَعَدْتَهُ

"Allahumma Rabba hadzihid da'watit tammah wash shalatil qa'imah, ati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab'atshu maqaman mahmudanilladzi wa'adtah."

Artinya: "Ya Allah! Tuhan dari panggilan yang sempurna ini dan dari sholat yang akan didirikan! Berikanlah wasilah dan fadhilah kepada Muhammad, dan tempatkanlah ia di Maqam Mahmud yang telah Engkau janjikan kepadanya."

Nabi SAW memberi kabar gembira bagi yang membaca doa ini setelah azan: "Barangsiapa membaca doa ini setelah mendengar azan, halal baginya syafaatku pada hari kiamat" (HR. Bukhari, Azan, 8). Karena itu, membaca doa ini setelah setiap azan — khususnya setelah azan Dzuhur — adalah sumber pahala besar dan sarana memperoleh syafaat. Tidak berbicara saat azan, menghentikan pekerjaan jika memungkinkan, dan mendengarkan azan dengan khusyuk juga termasuk adab yang dianjurkan.

Surah-Surah yang Dibaca dalam Sholat Dzuhur

Sholat Dzuhur termasuk sholat yang bacaannya dilakukan dengan sirr (pelan). Imam atau yang sholat sendirian membaca Al-Fatihah dan surah tambahan dengan pelan. Pada sholat Dzuhur disunnahkan membaca surah-surah dengan panjang sedang. Nabi SAW biasa membaca surah dengan panjang mendekati sholat Subuh dalam sholat Dzuhur.

Pada Sunnah Qabliyah dan Ba'diyah

  • Setiap rakaat: Al-Fatihah + surah pilihan
  • Contoh: Al-Fil, Quraisy, Al-Ma'un, Al-Kautsar, Al-Kafirun, An-Nashr, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas

Pada sholat sunnah, surah tambahan dibaca di setiap rakaat.

Pada Sholat Fardhu

  • Rakaat 1 dan 2: Al-Fatihah + Surah panjang sedang
  • Rakaat 3 dan 4: Hanya Al-Fatihah

Pada dua rakaat terakhir fardhu, tidak dibaca surah tambahan.

Sebagian surah yang diriwayatkan dibaca Nabi SAW pada fardhu Dzuhur antara lain: Surah Al-Buruj, Surah At-Thariq, Surah Al-Lail, Surah Al-A'la, dan surah-surah panjang sedang serupa. Disunnahkan membaca yang lebih panjang pada dua rakaat pertama dan hanya Al-Fatihah pada dua rakaat terakhir. Praktik ini merupakan kaidah umum dalam sholat fardhu yang empat rakaat.

Mereka yang sholat Dzuhur sendirian boleh membaca surah apa saja yang dihafal setelah Al-Fatihah. Boleh juga memilih surah-surah pendek; sholatnya tetap sah. Yang penting adalah ayat-ayat dibaca dengan tajwid yang benar dan direnungkan maknanya. Karena bacaan pada sholat Dzuhur dilakukan dengan sirr, seseorang membaca dengan suara berbisik yang hanya bisa didengar dirinya; namun lebih baik jika orang di sebelahnya tidak mendengarnya.

Waktu Azan Dzuhur pada Musim Panas dan Musim Dingin

Waktu azan Dzuhur menunjukkan variasi musiman yang lebih kecil dibandingkan waktu sholat lainnya. Sebabnya, waktu Dzuhur terikat pada transit matahari melewati meridian, dan peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu yang relatif tetap sepanjang tahun. Namun tetap saja, antara musim panas dan musim dingin timbul selisih sekitar 30–60 menit. Penerapan daylight saving permanen (UTC+3) di Turki membuat selisih ini lebih terasa.

Kota Musim Panas (Juni) Musim Dingin (Desember) Selisih
Istanbul~13.14~12.12~1 jam
Ankara~12.58~11.58~1 jam
Izmir~13.20~12.20~1 jam
Antalya~13.12~12.15~57 mnt
Trabzon~12.42~11.48~54 mnt
Diyarbakir~12.32~11.40~52 mnt
Hatay~12.48~11.58~50 mnt

Sebagaimana terlihat pada tabel di atas, selisih waktu azan Dzuhur antara musim panas dan musim dingin berkisar sekitar 50 menit hingga 1 jam. Selisih ini jauh lebih kecil daripada selisih 2–3 jam pada azan Subuh dan Maghrib. Di kota-kota barat (Istanbul, Izmir) azan Dzuhur berkumandang lebih lambat, di kota-kota timur (Diyarbakir, Trabzon) lebih awal. Perbedaan ini berasal dari selisih bujur sepanjang bentangan timur-barat Turki.

Untuk memantau perubahan musim, penting untuk rutin memeriksa waktu sholat terkini. EzanVaktim.com secara otomatis menghitung dan menampilkan waktu azan Dzuhur terkini berdasarkan lokasi Anda. Dengan mengaktifkan notifikasi mobile, Anda dapat menerima pengingat sebelum azan Dzuhur sehingga tidak melewatkan perubahan musim. Khususnya pada musim dingin, masuknya waktu Dzuhur yang lebih awal adalah hal yang perlu diperhatikan Muslim yang bekerja.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa rakaat sholat Dzuhur?

Sholat Dzuhur seluruhnya 10 rakaat: 4 rakaat sunnah qabliyah (muakkadah), 4 rakaat fardhu, dan 2 rakaat sunnah ba'diyah (muakkadah). Pada sunnah qabliyah dilakukan duduk setiap dua rakaat; yaitu pada akhir rakaat kedua, dibaca Attahiyyat lalu berdiri dan dikerjakan rakaat ketiga dan keempat. Pada sholat fardhu juga dilakukan duduk pertama pada akhir rakaat kedua. Sholat Dzuhur termasuk salah satu sholat dengan jumlah rakaat terbanyak. Pada hari Jumat, sholat Dzuhur diganti dengan sholat Jumat; pada sholat Jumat fardhunya 2 rakaat tetapi dengan sunnah-sunnahnya totalnya tetap sekitar 10 rakaat.

Pukul berapa azan Dzuhur dikumandangkan?

Azan Dzuhur dikumandangkan ketika matahari mulai condong ke arah barat dari titik zawal (meridian). Di Turki, waktu ini umumnya bervariasi antara pukul 12.00 dan 13.15. Pada musim panas lebih lambat (di Istanbul ~13.14), pada musim dingin lebih awal (di Istanbul ~12.12). Di provinsi timur lebih awal, di provinsi barat lebih lambat. Anda dapat memantau waktu azan Dzuhur terkini melalui EzanVaktim.com atau aplikasi resmi Diyanet.

Kapan waktu sholat Dzuhur masuk?

Waktu sholat Dzuhur masuk ketika matahari mulai condong ke arah barat setelah mencapai titik tertingginya di langit (zawal). Secara astronomis, ini terjadi beberapa menit setelah matahari melewati meridian. Karena sholat tepat pada momen zawal hukumnya makruh, Diyanet menetapkan waktu sholat Dzuhur beberapa menit setelah zawal. Indikator fisik masuknya waktu Dzuhur adalah mulainya bayangan suatu benda memanjang kembali setelah mencapai keadaan terpendeknya.

Kapan batas akhir waktu sholat Dzuhur?

Batas akhir sholat Dzuhur adalah masuknya waktu sholat Ashar. Menurut mazhab Hanafi, waktu Ashar masuk ketika panjang bayangan suatu benda (selain bayangan zawal) mencapai dua kali panjang benda. Menurut mazhab Syafi'i, waktu Ashar mulai ketika bayangan sepanjang satu kali panjang benda. Diyanet di Turki memakai perhitungan Hanafi. Ketika waktu Ashar masuk, waktu sholat Dzuhur telah habis dan hanya dapat dikerjakan sebagai qadha.

Apakah sholat Jumat menggantikan sholat Dzuhur?

Ya, sholat Jumat menggantikan sholat Dzuhur. Pada hari Jumat, mereka yang wajib sholat Jumat (Muslim laki-laki dewasa, merdeka, mukim, sehat) tidak mengerjakan sholat Dzuhur; sebagai gantinya mereka mengerjakan sholat Jumat. Perempuan, musafir, orang sakit, dan penyandang uzur tidak wajib sholat Jumat sehingga mengerjakan sholat Dzuhur. Sholat Jumat adalah sholat yang mensyaratkan khutbah dan harus dikerjakan berjamaah; tidak boleh dikerjakan sendirian.

Bagaimana tata cara sholat Dzuhur?

Sholat Dzuhur dikerjakan berturut-turut sebagai berikut: Pertama dikerjakan 4 rakaat sunnah qabliyah; pada sunnah ini di akhir rakaat kedua duduk membaca Attahiyyat (tasyahud awal), lalu berdiri kembali untuk rakaat ketiga dan keempat. Lalu dikerjakan 4 rakaat fardhu berjamaah atau sendirian; pada fardhu imam membaca sirr (pelan) dan pada rakaat ketiga-keempat hanya Al-Fatihah yang dibaca. Terakhir dikerjakan 2 rakaat sunnah ba'diyah. Dengan total 10 rakaat, sholat Dzuhur selesai.

Saya terlewat sholat Dzuhur, apa yang harus saya lakukan?

Orang yang terlewat sholat Dzuhur harus mengerjakan sholat qadha begitu teringat atau memiliki kesempatan. Pada sholat qadha hanya 4 rakaat fardhu yang dikerjakan; sunnah-sunnah tidak diqadha. Niatnya: "Saya niat mengerjakan fardhu sholat Dzuhur terakhir yang tidak saya kerjakan pada waktunya." Nabi SAW bersabda "Barangsiapa lupa atau tertidur dari sholat, hendaknya ia mengerjakannya ketika ia ingat." Pada keadaan sering terlewat karena pekerjaan atau sekolah, perlu mengambil langkah pencegahan dan mencari fasilitas mushola.

Apakah ada waktu karahah pada waktu Dzuhur?

Ya, waktu istiwa' (zawal) saat matahari berada tepat di atas kepala adalah waktu karahah dan tidak boleh sholat pada saat itu. Periode ini berlangsung sekitar 5–10 menit. Waktu istiwa' adalah momen saat matahari tepat di meridian dan bayang-bayang berada pada panjang minimumnya. Ketika matahari mulai condong dari zawal, karahah berakhir dan waktu sholat Dzuhur masuk. Menurut mazhab Hanafi, pada karahah zawal tidak boleh mengerjakan sholat fardhu maupun sunnah. Waktu Dzuhur yang dirilis Diyanet ditetapkan beberapa menit setelah zawal dengan mempertimbangkan periode karahah ini.

Jadwal Sholat Lainnya

Sponsorlu